Servis Komputer PC maupun Labtop

Terima Jasa Servis Computer segala merek Labtop maupun PC

SERVIS COMPUTER
Harga Servis :

  1. Jika Mati Total : Rp. 250,000/Labtop ataupun PC
  2. Jika yang menyala hanya lampu Indikator dan pada Layar tidak menunjukan apa-apa Rp. 150,000
  3. Mengganti Layar LCD Rp. 100,000 (Layar LCD ditanggung pemilik komputer)

INSTAL COMPUTER
Harga Instal : 
Labtop = Rp. 50.000 , Tanpa CD Driver Rp. 100,000
PC = Rp. 50.000 , Tanpa CD Driver Rp. 125,000

MENGEMBALIKAN DATA YANG HILANG
  1. Jika Sudah di FORMAT Rp. 150.000
  2. Belum di format Rp. 100.000
@Memperbaiki FlasDisk yang tidak terbaca atau selalu minta diformat Rp. 50.000
@Memperbaiki Hardisk Esternal yang Tidak terbaca/selalu minta diformat  Rp. 150.000

Catatan : 
  1. Instal dan perbaikan Labtop atau PC bisa ditunggu. 
  2. Instal Windows ataupun Program Komputer lainnya sesuai dengan permintaan.
  3. Program Selalu Ter-Update
Alamat : Jln. Kelimutu Ende -Flores -NTT. HP : 082147071500

"Melayani dengan Hati Kepuasan Anda adalah Kebanggaan Kami"
“MEMILIH DENGAN HATI”

Oleh : Gregorius Rinduh Iriane,A.Md.,S.Kom.,M.T
Cucu Almarhum Mayor Yosep Gregorius Babo Raki Angkatan 45.

Telah dipublikasikan di media Harian Flores Pos sebelum pemilihan Umum Wakil Daerah Kabupaten Ende Tanggal 9 April 2014 yang Lalu.

Pemilihan Umum untuk memilih anggota DPRD Kabupaten Ende segera dilaksanakan  9 April 2014. Di media massa harian Floses Pos Akhir-Akhir ini selalu menyuarakan ajakan tentang bagaimana berpolitik dan bagaimana seharusnya kita memilih figur seorang pemimpin yang bakal mengemban aspirasi masyarakat kabapaten Ende, berita ataupun aspirasi yang disampaikan ini memiliki tujuan yang sama, menyeruhkan kriteria calon pemimpin yang layak dipilih. Kriteria layak pilih itu pun nyaris sama yaitu pemimpin yang mau memperjuangkan dan menjadikan Kabupaten Ende sejahtera dan mengajak rakyat kabupaten Ende memilih dengan hati.
Memilih dengan hati. Tampaknya ini merupakan ajakan bijak. Memilih dengan hati, mungkin dimaksudkan sebagai perwujudan sebuah tindakan sungguh-sungguh, dan tidak semata-mata merupakan tindakan yang dihasilkan dari proses sembrono dan terburu-buru. Memilih dengan hati kadang dikaitkan dengan suara hati nurani, atau ‘hati kecil’. Banyak orang percaya suara hati adalah suara paling benar dan murni  karena belum tercampur oleh pemikiran-pemikiran lain atau bujukan-bujukan dari luar hati. Tetapi apakah yang sebenarnya dimaksud dengan hati?

Hati = Perasaan=Emosi ?
Hati sering diikuti dengan kata ‘nurani’. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, hati nurani diartikan sebagai cahaya dari Tuhan. Oleh karena itu, hati nurani bersifat keilahian dan benar, dan dapat menjadikan tuntunan untuk dilakukan atau tidak dilakukan. Hati dalam konteks ilmu sosial, termasuk dalam konteks pemilihan umum, bisa jadi dapat dikaitkan dengan  perasaan, sebagai lawan dari pikiran atau juga rasionalitas. Perasaan dapat diasosiasikan dengan emosi, dimensi dari sikap, yang merujuk pada dorongan internal untuk bertindak, yang melibatkan dimensi “suka-tidak suka”, “baik-buruk,” atau “indah-tidak indah”. Ini merupakan evaluasi atas suatu objek pengamatan, tetapi tidak menggunakan logika dan tolok ukur yang pasti. Sehingga, evaluasi ini sering lebih bersifat subjektif, situasional dan dinamis. Jadi kata “memilih dengan hati” dapat diartikan tindakan memilih didasarkan pada perasaan atas objek atau evaluasi atas objek yang bersifat subjektif dan situasional. Evaluasi  mudah berubah ketika pengalaman atau suasana diri dan situasi lingkungan berubah. Jika demikian pemaknaannya, tepatkah dalam pemilu  mendatang, kita memilih dengan hati?
Jika seseorang memilih karena dia menyukai, dan dia menyukai karena sosok yang dipilih atau caleg yang dipilih itu menawan, maka ini merupakan pilihan hati. Tidak ada yang salah jika sebagian dari kita memilih calon anggota DPRD Kabupaten Ende karena penampilannya menawan. Namun perlu diingat bahwa tindakan ini sangat rentan terhadap perubahan. Daya tarik fisik itu sangat rapuh, mudah tergerus waktu. Maka ketika daya tarik calon anggota DPRD Kabupaten Ende mulai menurun, bisa jadi kita akan berubah perasaan, tidak lagi menyukai calon anggota DPRD Kabupaten Ende yang sebelumnya sudah kita sukai . Dan, ketika tidak menyukai lagi, maka cenderung akan menilai atau mengamati apa yang dilakukan sang pemimpin dalam ‘frame’  negatif. Maka, bukan tidak mungkin, pemilih menyesal atau kecewa di kemudian hari serta memutuskan  memilih sosok lain pada periode pemilihan berikutnya. Penampilan fisik hanyalah salah satu dari sekian aspek yang dapat menyentuh hati. Jadi, jika calon pemimpin mengandalkan penampilan diri dan mempengaruhi keputusan pemilih dengan pendekatan  “sentuhan hati dan emosi”, maka bersiap-siaplah menghadapi penurunan “loyalitas” atau kehilangan “suara” serta kepercayaan dari pengikutnya, bahkan dalam waktu yang amat pendek. Jadi, bagaimanakah mendapat pengikut yang loyal? Kampanye seperti apakah yang tepat?

Argumentasi harus logis dan rasional?
Dalam konteks pemilihan umum, pemimpin membutuhkan dukungan publik, bukan hanya pada saat pemilihan umum, tetapi sepanjang kekuasaannya. Oleh karena itu, dalam berkampanye mestinya calon pemimpin harus dapat mempengaruhi logika atau rasionalitas pemilih, bukan hati, perasaan atau emosi. Cara paling tepat menyentuh rasionalitas dan logika pemilih yaitu dengan mengkonstruksi pesan kampanye  logis dan rasional. Yang menjadi bekal utama adalah argumentasi  logis dan rasional. Ini dapat lahir dari sosok calon  pemimpin yang memiliki kemampuan dan intelektualitas tinggi di bidangnya. Selain itu, pemimpin harus juga memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi pemilih  mengelaborasi argumentasinya, mengkritisi pesan kampanyenya dan kalau perlu melakukan “adu argumentasi”. Media massa sudah cukup memberikan wadah untuk persoalan ini. Tentunya  diharapkan supaya pemilih belajar atau mempelajari argumentasi calon pemimpin dan menjadikannya sebagai modal mengambil keputusan memilih atau tidak memilih. Hal ini mengindikasikan bahwa untuk melahirkan keputusan yang ‘tepat’, pemilih dan orang yang dipilih sama-sama harus mengandalkan rasionalitas dan logika, bukan pada sentuhan hati dan emosi semata.

Pemilih Harus Rasional?
Sudah banyak asumsi publik yang menyebutkan  bahwa  kecenderungan pemilih sekarang lebih rasional dibanding sebelumnya. Penampilan fisik dan politik uang (money politics), tidak lagi besar pengaruhnya dalam pengambilkan keputusan memilih bagi sebagian orang (pemilih). Bagi sebagian orang ini, keputusan memilih dihasilkan dari proses elaborasi dan pemikiran panjang atas argumentasi Caleg yang akan dipilih. Bagi sebagian orang ini, debat argumentasi atau debat politik para calon pemimpin menjadi peristiwa yang harus mereka hadiri atau tonton, pidato-pidato politik dalam kampanye harus mereka dengar dan baca, informasi latar belakang dan track record calon pemimpin (para caleg) harus dicermati untuk melihat koherensi antara fakta empiris dengan argumentasi yang disampaikan. Karena dari situlah mereka memperoleh materi untuk dipikirkan kembali, diolah dan dinilai. Tipe pemilih semacam ini ada di Kabupaten Ende, tetapi saya meyakini jumlahnya tidak banyak. Lebih banyak pemilih yang tidak peduli dengan argumentasi, apalagi menelusuri kejujuran atas argumentasi yang disampaikan dalam kampanye atau janji-janji yang disampaikan oleh para caleg atau calon wakil rakyat. Bagi pemilih tipe ini, pemilihan umum sekedar  sebuah “event” politik rutin dan tidak berjangka panjang. Tidak hanya itu, sebagian calon pemimpin pun lebih tertarik menggunakan cara-cara menyentuh hati daripada menyentuh logika. Sayang sekali.

Ketika politik tak lagi mengusik?
Salah satu indikator suksesnya pelaksanaan pemilu legislatif tanggal 9 april 2014 mendatang adalah tingkat partisipasi masyarakat. Namun, apa yang terjadi jika masalah politik tak lagi mengusik rakyat hingga akhirnya rakyat tidak mau meluangkan sedikit waktunya untuk sekedar memilih Calon Wakil Rakyat? Jawaban sederhana, pemilu gagal dan pemerintah tak lagi dipercaya. Akibatnya, pemerintah akan sering diprotes rakyat, bahkan besar kemungkinan rakyat melakukan unjuk rasa dimana-mana.
Oleh karena itu, apa yang perlu dilakukan? Tentu saja memperbaiki kinerja calon wakil rakyat yang terpilih nantinya  dan menciptakan prodak hukum yang adil tanpa pandang bulu. Tapi, mengingat pelaksanaan pemilu sudah dekat, maka perlu diadakan dialog serta penyuluhan kepada masyarakat terutama para penganut golput agar membuka mata hati mereka sehingga mau menggunakan hak pilihnya dalam pemilu tanggal 9 april 2014 mendatang. Sebagai dampaknya pemerintah harus berjanji dan berkomitmen segera membersihkan elit-elit dari sekandal korupsi yang sudah mengurita di kabupaten ini serta mau duduk bersama masyarakat dan lebih mendengar keluh kesah masyarakat. Jika perlu komitmen tersebut harus diwujudnyatakan dalam proses pembangunan yang akan terlaksana pada hasil pemilihan legislatif nanti.

TIPS MEMASANG KODE HTML DROP DOWN MENU HORIZONTAL DI TATA LETAK BLOG

Bagi Yang Suka Blog ini saya kasih scrip html sederhana untuk membuat menu horizontal pada blog semoga bermaanfaat! Selamat Mencoba!
Lansung Aja begini caranya:

  • Login dulu ke BLOG kamu
  • Lalu Masuk ke Menu TATA LETAK atau LAYOUT
  • Klik  ADD A GADGET atau TAMBAH GADGET
  • Pilih HTML/JAVASCRIPT. Biarkan kolom judul nama gadget kosong, lalu copy dan pastekan  kode di bawah ini ke kolom HTML yang tersedia pada blog anda.

<div id="RIANMenu">
       <div id="RiANbox">
      <ul id="punch">
        <li><a href="url anda">Home</a></li>
        <li>
          <a href="url anda">Judul</a>
          <ul>
            <li>
              <a href="url anda">Jidul</a>
              <ul>
                <li><a href="url anda">Sub Judul</a></li>
                <li><a href="url anda">Sub Judul</a></li>
                <li><a href="url anda">Sub Judul</a></li>
              </ul>
            </li>
            <li><a href="url anda">Sub Judul</a></li>
            <li><a href="url anda">Sub Judul</a></li>
            <li><a href="url anda">Sub Judul</a></li>
            <li><a href="url anda">Sub Judul</a></li>
          </ul>
        </li>
        <li><a href="url anda">Judul</a></li>
        <li><a href="url anda">Judul</a></li>
      </ul>
    </div>
  </div>

Edit semua nama menu sesuai keinginan anda. Jangan lupa mengganti kata "warna merah" dengan dengan alamat URL yang anda inginkan dan berikan nama pada "warna biru" dengan judul artikel anda.
Kemudian Klik SIMPAN
Atur posisi gadget drop down menu horizontal ini di tempat yang anda inginkan, lalu klik tombol SIMPAN SETELAN di bagian kanan atas layar.

SECUIL HARAPAN UNTUK WAKIL RAKYAT


Oleh : Gregorius Rinduh Iriane,A.Md., S.Kom, M.T
(Dipublikasikan dalam Majalah Harian Flores Pos Tertanggal 29 September 2014)
Selamat pembaca Flores Pos, Tak terasa sudah beberapa bulan berlalu pemilihan umum untuk menentukan wakil-wakil rakyat telah usai digelar, kini yang tersisa dalam benak para pendukung dan pemilih adalah secuil harapan tentang Janji-Janji yang pernah disampaikan oleh wakil-wakil rakyat terpilih disaat kampanye. Begitu mudah dan gampangnya bila kita mau menaburkan Janji ibarat segampang kita mengembalikan telapak tangan, namun yang perlu diingat adalah bisakah kita menepati janji-janji itu…?.
Masyarakat Kabupaten Ende saat inipun patut bersyukur dan berbangga hati karena Putra dan Satu Putri terbaiknya telah dipilih berdasarkan pemilihan langsung, dimana rakyat langsung memilih dan menentukan wakil-wakil rakyat nya yang dipercaya dapat meneruskan aspirasi mereka. Namun jangan berbangga hati dulu, karena sebuah pekerjaan baru saja di mulai. Banyak pekerjaan atau tugas yang harus diselesaikan diwaktu mendatang.
Di balik kesuksesan pelaksanaan pemilihan Umum ini, ada pertanyaan yang harus di jawab dan tugas yang harus diemban oleh para wakil rakyat terpilih. Jawaban dari pertanyaan diatas tadi jauh lebih penting daripada keberhasilan pelaksanaan pemilihan umum daerah tersebut. Dengan terpilihnya wakil-wakil rakyat yang  baru, akan seperti apa Kabupaten Ende ini ke depannya. Apakah kedepan akan ada gebrakan positif yang bisa memajukan dan membangun daerah Kabupaten Ende ke arah yang lebih baik lagi?.
Hal ini tentunya sangat erat kaitannya dengan bagaimana wakil-wakil rakyat yang baru terpilih bisa bekerja lebih keras dan terukur dalam menggerakkan roda pembangunan dan tetap focus pada program-program yang sudah di susun atau ditetapkan.
Ada secuil harapan dari rakyat terhadap wakilnya. bagaimana dengan janji-janji yang pernah disampaikan semasa kampaye? Rakyat berharap wakilnya mampu mendesain percepatan pembangunan dan peningkatan dana untuk public sehingga janji-janji kemarin dapat dinikmati dalam kue pembangunan untuk masyarakat. Dengan itu, ada pengaruh pada peningkatan pendapatan masyarakat. Selanjutnya wakil rakyat harus mampu mengawal proses pembangunan dan proses pemerintahan bersama dengan pemerintah Kabupaten Ende, kebersamaan ini sangat diharapkan oleh masyarakat untuk melahirkan program-program yang lebih merakyat.
Harapan berikutnya adalah disaat masa “Reses” yaitu masa dimana wakil rakyat turun ke lapangan menemui konstituennya untuk mendengarkan aspirasi dan menjemput informasi-informasi yang dibutuhkan masyarakat, kiranya mereka mengakomodirnya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang nantinya bermuara dalam proses pembangunan sehingga aspirasi masyarakat dapat terjawab.
Itulah secuil harapan dari kami sebagai pemilih untuk anggota dewan terpilih. Kiranya, kerja sama dan komunikasi yang baik dengan pemerintah Kabupaten Ende dapat berjalan dengan baik, sehingga roda pembangunan Kabupaten Ende akan menjadi lebih baik kedepanya dalam pelbagai bidang kehidupan masyarakat. Terima Kasih

Comment